Rabu, 11 Januari 2012

Telaga Air Mata Cinta

Tetes air dari sekuntum senyuman
Yang menangis karna menahan kerinduan
Balutan kain kafan pelindung badan
Dari hingar bingar kehidupan

Tembang tetangisan sebagai pujian
Pada yang selalu dirindu nantiakn kehadidarnya
Cinta yang ditorehkan dalam lubuk masa depan
Membuatnya sendiri dari ramenya badan

Persaingan hidup yang begitu kejam
bagaikan petir dan halilintar saling menyambar
Tak membuat iri jiwa di sabar
Karna yang ramai  dimulut adalah kata
Sedangkan kebenaran ada pada perilaku jiwanya... .

Sederhana tampi hidupnya
Walau zaman  sudah banyak pergantian
Denagn teknologi  merek kemajuan
Takan mungkin bisa mentertawakan kain kafan

Banyak yang berseragam tolabul ngilmi
Tapi sedikit yang mau memahami kebodohan diri
Seperti percik obat ragawi
Yang lupa terhadap komposisi


Semoga kalimat ini wujud dari nutrisi vitamin hati
Karna teracik oleh tangan ilmu dengan 17 syarat waktu
Perwujudan selalu menggunakan aturan pakai
Yang telah di kemas dalam lima waktu 

Di sahkan dalam perlindungan  depkes jiwa
khususnya bagi penulis ini...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar